Translate

Showing posts with label sedih. Show all posts
Showing posts with label sedih. Show all posts

Monday, July 9, 2012

Beyond My Strenght - Keterpurukanku

I'm bankrupt.
Betapa sulitnya aku untuk memotivasi diriku sendiri semua akan baik2 saja, seolah percuma..
Betapa di tulisan sebelumnya aku berusaha untuk tegar dan berfikir positif, seolah percuma..
Karena sekarang aku merasa sangat hancur.Sebagai manusia biasa, tak dapat dipungkiri bahwa musibah mampu membuat setiap orang down dan terpuruk. Aku sedih, sudah lelah menangis, tertekan tapi aku tak bisa berbuat apa2. Untuk apa terus meratap, toh itu tak akan memberikan perubahan apapun. Meminta rasa simpati orang lain atas musibah ini, jg sangat tidak mungkin. Yang ada mereka malah tertawa di atas penderitaanku.

Aku ingin pergi.
Aku ingin menghilang. Seolah hari kemarin tak pernah ada. Hanya sebuah mimpi buruk yg menikam jantungku ketika aku terbangun. Aku ingin lari. .
Tapi sejauh apapun aku berlari, dimanapun aku sembunyi, pasti  yg namanya orang hidup itu akan bertemu dengan masalah. Jadi untuk apa lari? Sekarang aku sangat hancur, tapi bukan berarti selamanya aku akan seperti ini. Need time to heal pain.

Namun aku bersyukur.. Di balik keterpurukanku ini, aku masih memiliki teman yg mau peduli terhadapku , yg bisa sedikit menguatkanku. Here is our little chat this morning :


nez : apa krn ga pernah zakat , jadi Allah ngambil dgn cara yg berbeda
nez : ?
ndhalik: welelehh...
ndhalik: aku punya cerita..
ndhalik: mau tak ceritain?
nez: iya
ndhalik: suatu saat, ada seorang mandor yang memanggil tukang nya yang ada di bawahnya..
ndhalik: karna di panggil-panggil berulang kali si tukang gak nengok juga..si mandor berinisiatif untuk melemparkan uang ke arah si tukang..
ndhalik: si tukang pun melihat uang itu dan mengambilnya..
ndhalik: tapi si tukang ternyata tak menengok ke atas..
ndhalik: mandor pun mencoba kembali melempar kan uang ke arah tukang lagi..
ndhalik: lagi-lagi tukang hanya mengambil uangnya dan tidak menengok keatas..
ndhalik: karna cara itu di nilai tak berhasil, si mandor pun melemparkan baru ke arah si tukang..
ndhalik: dan karena merasa kesakitan..si tukang pun akhirnya mau menengok ke atas.. 
ndhalik: cerita itu adalah sebuah analogi nez :D
ndhalik: artinya begini...
ndhalik: kebanyakan umat muslim.. termasuk juga aku..
ndhalik: ketika ada panggilan untuk menghadap sang pencipta.. yaitu adzan.. kita sering mengabaikan atau bahkan memang sengaja tidak kita dengarkan..
ndhalik: padahal adzan adalah panggilan sang pencipta..
ndhalik: kemudian ketika kita mendapat rejeki.. kita juga bukannya bersyukur dan menghadap sang pemberi rejeki..malah kita sibuk merayakan apa yang kita dapatkan..
dan ketika kita sebagai seorang hamba menerima musibah..bagaimana kita tanpa punya malu barulah menghadap sang pencipta..
ndhalik: dan begitulah manusia pada umumnya..
ndhalik: baru menghadap ke Maha kuasa saat sedang susah 
ndhalik: intinya kita ini kudu syukur nez 
ndhalik: syukur atas kesehatan, kenikmatan dan rejeki yang kita terima..
nez : tp bukankah lbh baik menghadap Allah (walaupun HANYA pada saat susah) drpd gga pernah ingat sama sekali?? maksudku...bukankah ada sebagian org yg terjerumus narkoba, alkohol bahkan sampai mencoba bunuh diri ketika mereka merasa sakit dan terpuruk?
ndhalik: betul.. itu lebih baik..
ndhalik: musibah yang berikan hanyalah sebagai perantara agar kita mau menghadap Allah SWT,
ndhalik: dari analogi tadi.. bayangkan kalau si tukang di timpuk pake batu gak juga noleh keatas..
ndhalik: di tipuk pakai kapak lama-lama :D
ndhalik: intinya syukur nez.. 
ndhalik: perbanyak amal..
ndhalik: sodaqoh yang kita amalkan.. itu bisa membuka pintu rejeki kita yang lain 
ndhalik: rejeki yang kita kan cuman titipan...
ndhalik: sebagian untuk kita..sebagian lagi untuk orang-orang di sekitar kita


So, can i say more??? Nope... I should faith more!




Bahagia itu Uang?

Ada kalanya kita sebagai manusia biasa merasa sedih, kacau, menderita dan berpikir bahwa Tuhan itu tidak adil. "Kenapa Tuhan memberikan dia kebahagiaan sedangkan tidak kepadaku?". Sangat gampang menyalahkan Tuhan ketika hal buruk menimpa kita. Tapi kita tak pernah ber kaca, "kenapa Tuhan memberikan ujian seperti ini?".

Bicara soal kebahagiaan, sebenarnya tak ada standar yg pasti tentang ukuran kebahagiaan seseorang.  Seseorang yg memiliki fitur gadget terbaru, mobil mewah, fancy residence, karir cemerlang, banyak uang,  apakah bisa dikatakan hidupnya bahagia?? Jika tolak ukur kebahagiaan seseorang adalah uang, kenapa masih ada selebritis yg mati bunuh diri? bukankah artis itu banyak uang?Namun tak bisa dipungkiri bahwa di jaman hedonis sekarang ini, tolak ukur kebahagiaan seseorang adalah uang. Ketika kau memilik banyak uang, maka semua dengan mudah akan kau dapatkan. Teman2, jabatan, barang2 mewah.

Aku bukan orang kaya. Aku hanyalah manusia biasa. Lantas apakah aku tak berhak bahagia?
Klise memang, ketika kau miliki banyak uang dan mampu membeli semuanya tapi kau tetap merasa tidak bahagia. Bagaimana dengan orang yg tak memiliki uang? Apakah uang itu hanya kebahagiaan semu? Jujur, ketika tak memiliki uang, aku merasa hidupku tak ada artinya. Untuk apa hidup, jika tak bisa membeli semua yg aku inginkan?Namun ketika bisa membeli semuanya,apakah ada jaminan akan bahagia? Rasanya sangat sedih ketika uang yg dikumpulkan dengan keringat dan darah tiba2 hilang begitu saja.Ini yg sedang kualami. Kehilangan yg sangat payah. Dan aku merasa kebahagiaan ku hilang bersama uang2 yg telah kuperjuangkan selama ini. Namun aku belajar satu hal atas kehilangan ini. Semua hal di dunia ini hanyalah titipan Allah. Begitu jg dengan uang.

Dan ketika Allah ingin mengambil semua milikNya, maka terjadilah. Meskipun harus sedih,menangis, meraung , berteriak toh uang itu gga akan balik lagi. Iya kan?
So.. i prefer to see my lost at the positive side. Mgkn aku selama ini kurang beramal, jadi ini semacam 'wake up alert' buat ke depan nya. Sebenarnya uang itu hanyalah angka, dan tak kan kubiarkan sisa hidupku untuk diperbudak oleh nominal angka. Walaupun skrg aku merasa sangat sedih , namun aku harus tetap berdiri tegak. Masih ada waktu untuk memperbaiki semuanya. Dan setelah ku pikir2, bahagia itu bukanlah semata2 banyak uang.
Dibalik perenungan ku sekarang ini, aku sadar bahwa aku -lebih bahagia- ketika melihat senyum orang tua ku daripada ketika menerima uang Incentive dari kantor. Aku merasa bahagia ketika melihat keluarga ku utuh, bercanda bersama, berdoa bersama dan makan bersama. Hal indah itu tak kan pernah bisa dibeli dengan uang berapapun bukan? Uang yg hilang mungkin masih bisa dicarin dan dikumpulkan lagi, tapi senyum kebahagiaan dan kebersamaan itu tak kan pernah bisa tergantikan apapun.

Aku tak kan menyerah sekarang. Meskipun aku tak punya banyak uang (saat ini), tapi aku akan berusaha untuk tetap bahagia. I won't let that damn numbers of debt spoil my life.

Dan aku ingin mengutip sebuah tweet favoritku dari bang @Pandji :
"Bangga dan bahagia tidak ada hubungannya dengan jumlah kekayaan. Bangga berhubungan dengan pencapaian, bahagia berhubungan dengan keseimbangan".


Tetap semangat! Walaupun tak punya banyak uang! Kita tak pernah tau, kita akan menjadi apa esok hari.
Have faith... think positive...